Sabtu, 18 Maret 2017

Ganti data KTP (foto) di Indonesia, kenapa ribet?

Selamat pagi, Bapak/Ibu yang terhormat.

Saya Wulandari yang berdomisili di Tangerang.
Ketika saya bikin KTP pas lulus SMA (2012) saya belum mengenakan kerudung, kini saya telah berkerudung dan ingin sekali mengganti foto KTP saya dengan yg menggunakan kerudung.

Pertama kali saya menyampaikan ini ke kelurahan (sekitar Januari 2017), katanya tidak bisa, Ibu nya bilang KTP hanya bisa diperbarui nanti sekalian ganti status setelah menikah. Sedangkan saya masih belum tau nikahnya kapan. Walaupun ini hanya foto tapi saya sangat sadar bahwa ini adalah juga aurat yg akan terus terumbar.

Tidak menyerah saya langsung ke Kecamatan hari itu juga, langsung saya samperin dan tanya bagian foto KTP nya, katanya harus ke Dinas Catatan Sipil langsung.

Karena hari itu sudah sore saya pikir percuma kalau ke Dinas Catatan Sipil hari itu juga. Lalu saya menunggu waktu yang pas untuk bisa mengurus ini lebih lanjut.

Ketika pembagian SPT tahunan dari pabrik tempat saya bekerja (Maret 2017) dan harus isi onlne tapi saya lupa Efin saya, maka saya cuti untuk ke Kantor Pajak, sekalian ngurusin yg ganti foto KTP ini.

Sebelum saya ke kantor Dinas Catatan Sipil untuk mengganti foto KTP, terlebih dulu saya searching di internet, apakah bisa mengganti foto KTP dan apa saja syaratnya? Dan dari sini jugalah saya tau tentang SAPA KEMENDAGRI. Ternyata ada juga yang punya keinginan sama seperti saya, yaitu mengganti foto KTP nya, disitu ada yg nanya, apakah bisa mengganti foto KTP? karena dia dulu tidak menggunakan kerudung. Lalu dijawab BISA oleh admin sapa kemndagri pake disebutin Undang-Undang  nya juga.

Tiba hari dimana saya bisa ke Cikokol Tangerang, ke Kantor Catatan Sipil sekaligus ke Kantor Pajak minta efin. Tempat yang pertama saya tuju adalah Kantor Catatan Sipil, disini rame sekali, kalah rame nya ketika Aliando datang ke Mall. Untuk bisa nanya ke meja informasi saja harus ngantri dan berdesakan sama ibu ibu. Ketika dpat kesempatan untuk bertanya kepada CS nya tanpa basa basi saya langsung nanya, kalau mau ganti foto KTP gimana caranya, dia bilang cari satpam minta temuin dengan Bu Vivi. Tidak jauh dari meja informasi saya ketemu satpam dan langsung saja saya tanyakan  dimana keberadaan Bu Vivi, dia malah balik nanya, untuk apa ketemu Bu Vivi? saya jawab, "saya mau ganti foto KTP." Dia bilang "Disini lagi mati lampu, tuh liat lampu nya gak nyala, otomatis jaringan juga gak ada", celoteh satpam itu sambil nunjuk ke lampu-lampu yang memang tidak nyala. "Tunggu saja sampai lampu nya nyala atau datang lagi lain hari." Tambah satpam itu. Karena status saya sebagai pegawai swasta dan tidak bisa seenaknya cuti, saya sampaikan hal ini ke dia. Satpam itu malah agak merengus. "Ah sudahlah, mungkin dia juga lagi pusing karena lagi banyak orang disini" Pikirku dalam hati

Daripada saya bete di kantor Catatan Sipil gak ada kepastian, sambil nunggu listrik & jaringan disitu bener, saya ke Kantor Pajak  untuk meminta nomor EFIN. Memasuki kantor Pajak beda sekali dengan kantor Catatan Sipil, di kantor Pajak ini suasana nya lebih kondusif dan pegawai nya juga lebih ramah, mungkin karena faktor di kantor pajak tidak terlalu ramai juga kali ya. Dan satu yang saya pikirkan. DI KANTOR PAJAK GAK MATI LISTRIK DAN JARINGAN LANCAR, KOK DI KANTOR CATATAN SIPIL MATI?????

Singkat cerita saya ngambil nomor antrian di kantor pajak, menunggu dan dpt nmr efin. setelah itu saya kembali ke kantor Catatan Sipil, saya liat lampu sudah nyala, asikkk pikirku dlm hati. langsung saja saya tanya ke satpam dimana letak keberadaan bu vivi dan bilang mau ganti foto KTP, dia langsung bilang di lantai 3 tapi jaringan masih error. ah sudah nanggung disini biarin jaringan error juga yg penting saya mau ketemu bu vivi dulu, PENASARAN!!

Saya naik ke lantai tiga sempet nanya lagi disitu dimana bu vivi, lalu saya dikasih tunjuk ke ruangannya. Memasuki ruangan bu vivi, saya liat dia disitu lagi asik duduk nyantai sambil main HP. AH SAYA JUGA MAU JADI PNS KALAU KERJANYA NYANTAI GINIIII ehhh tapi enggak deng, kerja kayak gitu mah gak bakal bikin nalar berkembang, saya lebih suka kerja di LAB. oke, lanjut.
Langsung saja saya tanya bu vivi saya mau ganti foto KTP. Awalnya dia bilang GAK BISA. WHAT??? Saya hampir aja shock, langsung aja saya bilang sebelum saya kesini saya sempat nyari2 di internet bahwasanya bisa mengganti foto KTP malah ada Undang Undang nya juga, baru dia mau melayani saya. Dia nanya, "Hanya mau ganti foto KTP aja?" Saya jawab "Ya sekalian alamat juga sih RT nya berubah" lalu saya kasih fotokopian KK saya. Dan saya hanya diminta nomor HP karena untuk ganti foto KTP bisa ngantri 1 sampai 2 bulan dan blanko nya juga gak ada, karen lagi ada kasus korupsi di atasnya. Saya gak ngerti juga sih kok bisa ngantri lama sekali untuk ganti foto KTP, tapi kayanya dia mau saya cepat keluar dr ruangan itu, langsung aja saya tulis No HP saya. Tapi oon nya saya saya cuma nulis No HP saya di fotocopi KK yg tadi saya kasih, saya gak nulis keperluannya apa, dan saya inget ini pas udah keluar ruangan dia, males bgt mau balik lagi. maka dari itu saya menyampaikan ini di sapa kemndagri. semoga bisa dibaca dan segera ditindaklanjuti. Saya sempet suudzon KTP dibikin seumur hidup hanya untuk meringankan beban kerja PNS, karena mau ganti data seperti ini saja ribet sekali.

Terima kasih
Mohon maaf apabila ada perkataan saya yang lancang
Maaf juga apabila ada tuduhan tanpa bukti, saya gak sempet moto

Jumat, 24 Februari 2017

Hiking dan Snorkling di Pulau Sangiang, Serang, Banten

Melihat tiga tanggal merah berjejer berurutan merupakan hal yang menyenangkan bagi saya, seorang karyawan swasta. Karena dengan adanya longweekend saya bisa traveling dengan meminimalisir penggunaan cuti tahunan.
Sempat berencana bepergian jauh, namun apa daya semua itu hanya wacana.
"Pupus sudah memanfaatkan longweekend di bulan Desember 2016 ini", batinku.
Ketika uang ada, waktu ada, namun teman yang bisa diajak share cost tidak memenuhi kuota, sama sekali tidak memenuhi kuota.
Saya pun memutar otak bagaimana caranya saya tetap memanfaatkan longweekend ini.
Saya teringat, ketika melihat pameran wisata Banten di sebuah Mall di kawasan Cikokol, Tangerang. Ada sebuah pulau di Banten yang sangat bagus, Pulau Sangiang, gak kalah dengan Nusa Penida, Bali. Walaupun saya belum pernah ke Nusa Penida, baru lihat dari foto aja hehe..
Singkat cerita, ini adalah destinasi yang akan saya kunjungi di longweekend kali ini. Tak perlu pergi jauh untuk bisa menikmati keindahan alam.
Saya beserta teman saya yang orang Serang memutuskan menggunakan travel yang terdapat di pameran wisata Banten kala itu. Karena kami belum ada yang pernah kesana. Kami juga memutuskan untuk one day trip saja.
Dari Tangerang saya berangkat hari sabtu sore, tanggal 10 Desember 2016, untuk kemudian menginap di rumah teman saya di Serang.
11 Desember 2016. Pukul 04.30 WIB. Perjalanan menuju Pulau Sangiang kami awali dengan menerobos udara dingin kota serang menuju Pelabuhan Paku Anyer, Serang.
10 orang, 5 motor, kami konvoi. 5 dari pengendara motor, saya sendiri yang cewek. Wow. Aku setrong! Ketika 5 wanita lainnya hanya duduk manis selama 1,5 jam perjalanan, tapi saya mampu menembus udara dingin kota serang kala itu.
Perjuangan perjalanan kami tak hanya berhenti sampai disitu. Selesai absen dan pelunasan pembayaran kepada orang travelnya, kami naik ke kapal. Menyebrang dari Pelabuhan Paku Anyer menuju Pulau Sangiang, ditemani ombak yang sangat yahud rasanya persis seperti naik Kora-Kora, Dufan. Oke, ini lebay. Saat itu ingin rasanya mengabadikan momen dengan mem-video-kan nya, namun apa daya keinginan itu sirna dengan rasa pusing yang saya rasakan. Dan akhirnya saya pun memilih untuk memejamkan mata.
Traveling ke pulau saat musim hujan memang bukan pilihan yang tepat, tapi kapan lagi menikmati liburan. Kala itu memang tidak hujan, namun angin yang menerpa mampu membuat kami terombang ambing.
Ombak mulai mereda, sebelum sampai ke Dermaga Pulau Sangiang kami melewati rerimbunan pohon bakau
Perjalanan melewati hutan mangrove
Perjalanan melewati hutan mangrove
Gapura Pulau Sangiang
Gapura Pulau Sangiang
OTW tracking ke puncak bukit harapan
OTW tracking ke puncak bukit harapan
Setelah terombang ambing di laut lepas selama satu jam, perjuangan dilanjutkan dengan tracking menuju puncak Bukit Harapan. Setengah jam tracking tidak begitu terasa karena sepanjang perjalanan kami bersenda gurau.
Melewati rerimbunan pohon untuk bisa sampai ke puncak
Melewati rerimbunan pohon untuk bisa sampai ke puncak
Bau menyengat kelelawar mulai terasa, artinya kami sudah tiba di Goa Kelelawar. Sebelum sampai ke puncak Bukit Harapan kami foto-foto sebentar disini.
Goa Kelelawar
Goa Kelelawar
Setelah puas foto-foto dan juga tidak kuat lagi dengan bau kotoran kelelawar kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit harapan
Seketika rasa lelah saya hilang, melihat hamparan bukit nan hijau dan laut yang biru membentang dari puncak bukit harapan. Yeah! Perjalanan menerobos angin subuh, melewati gelombang ombak akhirnya terbayar sudah.
Pemandangan dari puncak bukit harapan
Pemandangan dari puncak bukit harapan
Bersama rombongan. Harus hati-hati ya kalau mau foto disini.
Bersama rombongan. Harus hati-hati ya kalau mau foto disini.
Harus hati-hati foto di puncak bukit harapan, kalau jatuh, nyebur ke laut, bisa keseret sampai ke selat sunda..
Puas mengabadikan momen di puncak bukit harapan, kami turun, foto-foto sebentar di pantainya lalu isi tenaga dengan makanan yang sudah disiapkan orang travelnya sebelum melanjutkan snorkling.
Pantai Pasir Panjang
Pantai Pasir Panjang
Dengan menempuh waktu sekitar 10 menit melewati hutan bakau kembali, kami sampai di spot snorkling
di pancing pakai roti ikannya biar pada mendekat
di pancing pakai roti ikannya biar pada mendekat
Spot snorkling di Pulau Sangiang
Spot snorkling di Pulau Sangiang
Selesai snorkling tanpa ganti baju dulu, kami langsung dibawa kembali menuju Pelabuhan Paku Anyer, melewati arus ombak kembali selama satu jam dan kali ini dengan baju yang basah. Yahh sudahlah..
Dari Pulau Sangiang ini saya mendapatkan pelajaran bahwa menikmati alam tidak perlu jauh-jauh, nikmatilah dahulu alam di sekitar mu.
Perkenalkanlah daerah mu kepada Indonesia, bahkan dunia dengan menceritakannya dan memberi tahu aksesnya.
Ini sedikit gambaran melalui video, bagaimana keseruan saya menikmati pesona alam di Banten :
https://www.youtube.com/watch?v=LtY15c-Itkk&t=20s

Akses menuju Pulau Sangiang, Serang, Banten:
Dimanapun Anda berada, Anda bisa ke Pelabuhan Paku Anyer, Serang terlebih dulu, dari sini baru nyebrang ke Pulau Sangiang, saya pakai jasa travel. Biaya nya Rp 180.000 untuk one day trip dan Rp 300.000 untuk dua hari satu malam (menginap), sudah termasuk kapal, makan dan sewa alat snorkling.

Sabtu, 24 Desember 2016

Wisata Gunung dan Laut sekaligus: Trip ke Krakatau, Lampung Selatan.

1. Perkenalan dulu ya..
Hallo sahabat travelers, perkenalkan nama saya Wulandari, lahir di Tangerang 13 Juni 1993. Saya tinggal di Cimone, Tangerang. Kesibukan saya saat ini adalah kerja di bagian Research and Development di PT Indah Kiat Pulp and Paper, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Saya juga sedang menempuh pendidikan S1 jurusan teknik kimia di Institut Sains dan Teknologi Al-kamal, Kedoya, Jakarta Barat (saat ini tinggal nyusun skripsi aja).
Disela sela kesibukan saya bekerja dan menimba ilmu, saya suka banget traveling, refreshing mencari pengalaman dan teman baru.

2. Traveling ke Krakatau, Wisata Gunung dan Laut yang sangat indah untuk dikenang dan diceritakan ke anak cucu nanti
Tanggal 14-16 Oktober 2016 saya dan dua orang teman saya Tika dan Bowo yang saya kenal dari traveling waktu ke Dieng, Jawa Tengah, melakukan perjalanan ke Lampung Selatan untuk menikmati gugusan kepulauan dan gunung yang ada disana. Kami ngetrip ke Krakatau ini menggunakan travel, karena menurut saya jika melakukan perjalanan laut akan sulit jika kita ngeteng apalagi cuma bertiga. Pengalaman temannya teman kerja saya yang ngeteng waktu traveling ke Pahawang berdua sewa kapal Rp 600.000 per kapal, dibagi dua orang jadi Rp 300.000 per orang, jadi sistemnya bukan kayak naik angkot yang bayarnya per orang tapi bayarnya perkapal,  katanya waktu mereka ingin naik kapal yang ada penumpang lain tidak diperbolehkan karena sudah disewa oleh orang travel.

Perjalanan hari pertama, Jumat 14 Oktober 2016 (berangkat dari tempat tinggal masing-masing menuju meeting point di Pelabuhan Merak, Banten)
Perjalanan kami dimulai dari tempat tinggal kami masing-masing, saya dari Tangerang dan kedua teman saya dari Jakarta Barat menuju Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Saya sendiri berangkat naik bis Jumat malam  jam 20.00 WIB dari Pul Bis Arimbi Kebon Nanas, Tangerang ke Merak (88 KM) sekitar 2 jam perjalanan. Kami bertemu di Pelabuhan Merak, bertemu dengan orang travelnya dan bertemu dengan travelers lain juga, serta melakukan pelunasan biaya.

Perjalanan hari kedua, Sabtu, 15 Oktober 2016 (Berangkat dari Pelabuhan Merak, Hunting foto di Pulau Sebuku Kecil, Snorkling di Pulau Sebuku Besar, Istirahat di Pulau Sebesi dan Hunting sunset di Pulau Umang-Umang)
Dari Merak kami berangkat jam 01.00 WIB, menuju Pelabuhan Bakauheuni Lampung. Tiba di Bakauheuni jam 04.00, dari Bakauheuni kami langsung melanjutkan perjalanan darat menuju ke Dermaga Canti sekitar 1 jam. Setibanya di dermaga canti kami sarapan, ibadah dan bersiap untuk melakukan perjalanan laut lagi, jam 07.00 WIB menuju Pulau Sebuku Kecil, destinasi pertama kami

Sambil melakukan perjalanan boleh lah ya narsis hehe
Sambil melakukan perjalanan boleh lah ya narsis hehe
Setelah melakukan perjalanan laut selama dua jam dari Dermaga Canti, tibalah kami di Pulau Sebuku Kecil jam 09.00 WIB
Pulau Sebuku Kecil
Pulau Sebuku Kecil
Pulau Sebuku Kecil with Tika dan Bowo
Pulau Sebuku Kecil with Tika dan Bowo
Indahnya Pulau Sebuku Kecil, yang di belakang itu Gunung Rajabasa (kanan) dan Pulau Sebuku Besar (kiri)
Indahnya Pulau Sebuku Kecil, yang di belakang itu Gunung Rajabasa (kanan) dan Pulau Sebuku Besar (kiri)
Puas hunting foto di Pulau Sebuku Kecil lalu kami melanjutkan perjalanan sebentar menuju Pulau Sebuku Besar untuk snorkling
Snorkling di Pulau Sebuku Besar
Snorkling di Pulau Sebuku Besar
Pancing dulu ikannya pake roti biar pada nyamperin kita
Pancing dulu ikannya pake roti biar pada nyamperin kita
Pas ikannya udah pada ngumpul baru deh *cekrek cekrek* foto narsis bareng ikan ikan cantik
Pas ikannya udah pada ngumpul baru deh *cekrek cekrek* foto narsis bareng ikan ikan cantik
Karang di bawah laut pulau sebuku besar
Karang di bawah laut pulau sebuku besar
Jam 11.30 kami menuju Pulau Sebesi, tempat homestay kami berada. Sampai Pulau Sebesi jam 12.30 kami langsung mandi, ibadah, makan dan istirahat
Pulau Sebesi
Pulau Sebesi
Pantai di Pulau Sebesi
Pantai di Pulau Sebesi
Gunung Sebesi
Gunung Sebesi
Jam 15.30 kami menuju Pulau Umang-umang, setelah menempuh perjalanan selama 1 jam menggunakan kapal tibalah kami di Pulau Umang-umang
Pulau Umang-umang, gak kalah kan dengan Pulau Belitung?
Pulau Umang-umang, gak kalah kan dengan Pulau Belitung?
Pasir di Pulau Umang-umang, putih bersih banget
Pasir di Pulau Umang-umang, putih bersih banget
Penampakan Gunung Sebesi dari Pulau Umang-umang
Penampakan Gunung Sebesi dari Pulau Umang-umang
Bersama rombongan opentrip gabungan
Bersama rombongan opentrip gabungan
Menjelang petang kita pun balik ke homestay untuk istirahat


Perjalanan hari ketiga, Minggu 16 Oktober 2016 (Hiking ke Gunung Anak Krakatau, Snorkling di Pulau Lagoon Cabe dan Kembali ke Tempat Tinggal masing-masing)
Jam 03.00 kami sudah dibangunin untuk persiapan Hiking ke Gunung Anak Krakatau, Jam 04.00 kami menuju Gunung Anak Krakatau, Setibanya kami di Pantai Gunung Anak Krakatau pukul 06.00 kami langsung menuju kaki Gunung Anak Krakatau, melihat gugusan kepulauan Lampung Selatan beserta gunung-gunung yang ada disekitarnya.

Melihat Pemandangan dari Kaki Gunung Anak Krakatau: https://www.youtube.com/watch?v=DOnIs4tYOkM



Melihat Gunung Krakatau dari Kaki Gunung Anak Krakatau
Melihat Gunung Krakatau dari Kaki Gunung Anak Krakatau
Setelah puas explore pemandangan dari kaki Gunung Anak Krakatau kami kembali ke Pantai Gunung Anak Krakatau jam 08.00, lalu kami sarapan
Pantai Gunung Anak Krakatau
Pantai Gunung Anak Krakatau
Setelah sarapan dan hunting foto sebentar di Pantai Gunung Anak Krakatau kami bergegas ke Pulau Lagoon Cabe dengan menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam. Di Lagoon Cabe kami langsung aja snorkling menikmati alam bawah laut Lampung Selatan
Eksis bersama ikan ikan cantik di Lagoon Cabe
Eksis bersama ikan ikan cantik di Lagoon Cabe
Jam 11.30 kami kembali ke homestay untuk makan siang dan siap-siap pulang. Jalur dan waktu yang ditempuh untuk pulang sama seperti keberangkatan. Untuk bis dari Bakauheuni ke Merak ada 24 jam.

3. Biaya yang dikeluarkan
Kami pakai travel untuk mengeksplore Krakatau ini, biayanya Rp 365.000 sudah termasuk tiket kapal Merak-Bakauheuni pp, kapal jelajah pulau, tiket masuk wisata/pulau/gunung, makan, homestay. Jadi kita hanya keluarin biaya tambahan untuk sewa alat snorkling Rp 100.000/dua hari, jajan, upgrade kapal ferry dari kelas ekonomi ke bisnis/eksekutif (kalau mau).
Saya menyediakan opentrip ke Krakatau dengan biaya Rp 360.000 include tiket kapal Merak-Bakauheuni pp, kapal jelajah pulau, tiket masuk wisata/pulau/gunung, makan, homestay. exclude sewa alat snorkling Rp 75.000 untuk dua hari.
info:
instagram : @KekinianAdventure
Line : wulandaritng
WhatsApp : 08811683064

4. Barang bawaan
  1. Tas ransel
  2. Baju ganti, dua atau tiga pasang
  3. Obat-obatan pribadi
  4. Kamera (jenis kamera apapun bawa aja buat dokumentasi)
  5. Peralatan snorkling kalau punya bawa sendiri aja, gak usah nyewa
  6. Sunblock
  7. Peralatan mandi
  8. Botol air minum
  9. Jaket
  10. Kacamata hitam
  11. Stop kontak / colokan (ini sangat teramat penting karena di Pulau Sebesi listrik hanya dinyalakan jam 6 sore sampai jam 6 pagi) saya sendiri kalau traveling kemana mana selalu bawa stop kontak, apalagi jika kita ikut trip gabungan pasti bakal ramean bersama peserta lain, kan gak enak kalau harus berebut colokan, kalau hp/kamera kita lowbat nanti gak bisa eksis dong hehe.
  12. Sim card yang sinyalnya kenceng

Wisata Desa Tertinggi di Indonesia: Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah

Trip ke Dieng ini saya lakukan bulan Agustus 2016, bersama teman kuliah dan teman kenalan dari traveling (awalnya yang saya kenal dua orang) saya ikut opentrip gabungan untuk menikmati pemandangan di Dieng dengan biaya Rp 515.000, sudah termasuk elf jakarta-dieng, bensin, tol, makan, homestay dan tiket masuk wisata.
Kami berangkat dari jakarta pusat jumat malam pukul 22.00 WIB, Sampai di Dieng sekitar pukul 07.00 WIB kami sarapan dan istirahat sejenak.


Tempat wisata yang pertama kami kunjungi adalah telaga warna & Batu Ratapan Angin

Pemandangan Telaga Warna dari atas Batu Ratapan Angin
Pemandangan Telaga Warna dari atas Batu Ratapan Angin
Lalu siangnya kami nonton Dieng Plateau Theater




20160820_124702


Setelah itu makan siang dan check-in homestay. Sorenya kami Wisata ke Candi Arjuna

Foto Levitasi di Candi Arjuna Dieng
Foto Levitasi di Candi Arjuna Dieng
Bersama satu rombongan opentrip
Bersama satu rombongan opentrip
Setelah puas hunting foto di Candi Arjuna, kami kembali ke homestay untuk istirahat



Keesokan harinya, jam 04.00 kami berangkat menuju Bukit Sikunir, melihat sunrise.
Melihat Golden Sunrise dari Bukit Sikunir
Melihat Golden Sunrise dari Bukit Sikunir
Menjelang siang pemandangan dari Bukit Sikunir tetap apik
Menjelang siang pemandangan dari Bukit Sikunir tetap apik
sunrise-sikunir-3
[masih] di Bukit Sikunir
Check this out, video pemandangan dari Bukit Sikunir: https://www.youtube.com/watch?v=fkIoRHCEpWU


Setelah itu kami siangnya Wisata ke Kawah Sikidang
kawah-sikidang
Kawah Sikidang
Savana nya Dieng nih, beruntung bisa dapet Guide yang jago foto gini
Savana nya Dieng nih, beruntung bisa dapet Guide yang jago foto gini
Lalu kami belanja oleh-oleh dan persiapan pulang, sampai Jakarta lagi sekitar jam 01.00 WIB

Minggu, 02 Oktober 2016

Wulandari dan ATPK Bandung 2

Menyikapi entri blog saya yang ini http://wulandaritng.blogspot.co.id/2014/09/wulandari-dan-atpk-bandung.html , banyak yang komen dan tanya tanya tentang ATPK (Akademi Teknologi Pulp dan Kertas Bandung), maka disini saya akan mengulas lebih dalam tentang ATPK yang akan saya bahas dari sekian banyak pertanyaan yang masuk mengenai ATPK (baik itu melalui komen blog, sms, line & BBM). Jujur saya gak nyangka banyak yang bertanya tentang ATPK, padahal ni kampus ga terkenal di Indonesia, jangankan di Indonesia, di Bandung sendiri aja jarang ada yang tau.

1. Oke, saya ulas dari awal ya. Mulai dari informasi dan pendaftaran ATPK
Saya sendiri tau tentang ATPK ini setelah UN (Ujian Nasional) dari guru BK (Bimbingan Konseling) saya. Kata guru BK saya dia tau info beasiswa ATPK dari orang HRD (Human Resources Development) PT Indah Kiat Tangerang. Jadi setelah lulus UN SMA saya iseng nyoba ikut tes beasiswa ATPK ini dengan mendaftarkan diri ke HRD PT Indah Kiat Tangerang

Ini info yang saya dapat mengenai beasiswa ATPK, setelah saya bekerja di PT Indah Kiat Tangerang

Tahap awal pendaftaran saya mengumpulkan berkas. Lalu ikut tes (tulis) psikologi dan akademik (MIPA & B.Inggris) di PT Indah Kiat Tangerang di tanggal yang telah ditentukan. Jumlah awal yang ikut tes sekitar 50an orang, dari tes tulis tersebut tersaring 7 orang dan kemudian langsung di wawancara, setelah menunggu beberapa hari barulah hasil tes wawancara diumumkan melalui telpon, tersisa 3 orang yang lolos untuk mengikuti beasiswa ATPK ini. Dari sekolah saya sendiri (SMAN 7 Tangerang) yg ikut tes beasiswa ATPK ini awalnya ada sekitar 6 orang, yang keterima dari sekolah saya 2 orang, 1 lagi dari SMAN 7 Tangerang Selatan. Yang mengikuti tes ini ada juga yang lulusan tahun lalu.

2. Persyaratan masuk ATPK
Yang penting sih niat, berkas2 yang dibutuhkan seperti yang ada di gambar kertas biru lengkap. Gak ada ketentuan nilai minimum atau rangking kok.


3. Tingkat Kesulitan Soal
Ini termasuk yang paling banyak ditanyakan. Tingkat kesulitan soal tes ATPK ini menurut saya, setara dengan soal UN untuk soal akademiknya, untuk yg soal psikotes kebanyakan tentang pola angka dan gambar gitu, jadi kita dikasih deretan angka, misal, 4, 9, 16, selanjutnya angka berapa gitu.. 

Untuk wawancara nya kebanyakan ditanya tentang pribadi kita, seperti latar belakang keluarga, alasan mengikuti tes beasiswa ATPK dll..

4. Tentang ATPK Bandung
Akademi Teknologi Pulp dan Kertas Bandung terletak di Jalan Raya Dayeuhkolot No. 132, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat. ATPK sudah berdiri sejak 1 September 1991. Letak ATPK ini dekat dengan Telkom University (sekitar 2,4 km). ATPK berada di dalam Balai Besar Pulp dan Kertas Bandung, jadi kalo mau ke ATPK jangan cari bacaan Akademi Teknologi Pulp dan Kertas, gak akan ada, tapi carilah Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Google Maps ada kok, search aja Balai Besar Pulp dan Kertas, tapi masyarakat sekitar masih menyebut BBPK dengan BBS (Balai Besar Selulosa) (nama lama).
Kuliah di ATPK sampai Diploma 3 (D3) dengan gelar A.Md (Ahli Madya)
Ruang kelas ATPK (2014) ceritanya ini abis latihan seminar tugas akhir
Makrab (malam akrab)


Angkatan 21

5. Kuliah di ATPK Bandung
Kegiatan perkuliahan diadakan pada setiap hari kerja, dari Senin hingga Kamis pukul 12.30-16.00 WIB, dan Jumat pukul 13.00-16.30 WIB. Kegiatan praktikum di laboratorium dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 08.00 s/d 12.00 WIB. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Akademi_Teknologi_Pulp_dan_Kertas) sorry lagi males ngetik jadi saya copas aja, mumpung ada di Wikipedia. Tapi Praktikum nya gak dilakukan setiap hari, tergantung jadwal.

Praktikum di ATPK
Semester 1: Praktikum komputer, dilakukan bergantian (sekitar 1 minggu)
Semester 2: Praktikum Kimia Analitik, per kelompok, dilakukan bergantian (sekitar 1 minggu)
Semester 3: Praktikum Pulp, perorangan (terdiri dari 7 sub praktikum: komponen kimia kayu, pemasakan bahan baku, pemutihan pulp, penggilingan pulp, morfologi serat, lindi hitam/sisa pemasakan pulp dan pilot plant) Nah, di semester 3 ini yang agak sibuk dan repot karena hampir tiap hari praktikum dan bikin laporannya pun sendiri2, di semester 3 ini saya jarang sekali jalan2 saking sibuknya hahaha (curhat dikit) (hampir 1 semester penuh dengan jadwal praktikum)
Semester 4: Praktikum kertas, per kelompok (terdiri dari 3 sub praktikum: deinking/penghilangan tinta kertas bekas, aditif kertas dan teknologi kertas) (berminggu minggu)
Semester 5: Praktikum pengolahan limbah, per kelompok.
Semester 6: Mengerjakan tugas akhir

Yang dipelajari di ATPK semester 1 dan 2 masih pelajaran dasar seperti matematika, kimia dan fisika. Semester 3 dan seterusnya barulah belajar tentang pulp, kertas dan juga pengolahan limbahnya.
oh iya di awal banget sebelum perkuliahan dimulai ada latihan bareng TNI seminggu, dan pengenalan di kampus ATPK seminggu juga kayaknya, maaf agak2 lupa udah empat tahun lalu hehe.

Dosen yang ngajar di ATPK kebanyakan adalah peneliti di Balai Besar Pulp dan Kertas Bandung, dan karakter nya ya relatif lah, beda beda tergantung sifat orang dan cara kita menyikapinya juga. Kuliahnya lumayan nyantai kalo menurut saya, yang penting rajin masuk aja dan pahami karakter masing2 dosen.
Dosen di ATPK kebanyakan ngajar dari handbook yang diringkas jadi power point, saya sih biasanya minta power pointnya aja, kalau beli handbook nya lumayan mahal dan males bawa2 nya berat hehehe. Paling megang handbook pas ngerjain Tugas Akhir aja, itupun minjem di perpus.

Di ATPK ada organisasi nya juga, yaitu: SEMA (senat mahasiswa), MPM (Majlis Permusyawaratan Mahasiswa) sori kalau singkatannya salah, mohon dikoreksi soalnya dulu gak aktif organisasi, ini sejenis BEM gitu sih.. dan ada juga Paduan Suara, tapi paduan suara disini biasanya hanya untuk wisuda, jarang bgt ikut event lomba gitu.
Karena tinggal satu lingkungan, mahasiswa ATPK rata2 kompak. (Ini pas makrab)

Ceritanya abis sidang, ini lagi yudisium
Wisudanya bawa rombongan keluarga besar, pada kompakan juga bikin batik couple..

6. Fasilitas yang diberikan 
Walaupun di gambar yang scan-an kertas biru diatas sudah tertulis fasilitas yang diberikan, namun saya akan membahas lagi sedikit disini, karena lumayan banyak juga yang tanya tentang ini.
a. Biaya kuliah
Selama kuliah di ATPK, Mahasaiswa/i penerima beasiswa tidak akan dimintai biaya apapun, karena sudah dibiayai oleh perusahaan. Kecuali kalau Mahasiswa/i masuknya dari jalur umum atau bukan melalui perusahaan, maka wajib membayar kuliah. Tapi di angkatan saya sih semua mahasiswa/i nya beasiswa entah itu dari Asia Pulp and Paper, Riau Andalan Pulp and Paper, PT Tanjung Enim Lestari Palembang, PT Kertas Leces Probolinggo
b. Tempat tinggal
Selama kita menempuh pendidikan di ATPK, kita dikasih tempat tinggal berupa mess (beda ya dengan asrama) yang juga gratis karena sudah ditanggung oleh perusahaan. Bedanya mess dengan asrama, mess itu hanya tempat tinggal, gak ada aturan bangun jam berapa di dalamnya, makan juga beli sendiri. Mess cowok dan cewek terpisah tentunya. oh ya untuk keperluan di dalam mess, kalo kasur dan bantalnya sih dikasih, tinggal beli lemari mejikom dll aja, beli bekas punya kakak angkatan boleh juga biar irit hehe. Dari mess ke kampusnya deket kok, jalan kaki dua menit nyampe. mess pilih sndri.
c. Uang saku
Jangan ditanya uang saku dapat berapa ya, kalau buat saya sih cukup untuk makan, jalan-jalan dan ditabung untuk beli netbook, tergantung orangnya juga sih, banyak juga teman saya yang sudah habis duluan uang sakunya jauh dari periode penerimaan uang saku selanjutnya (uang saku nya dikasih per tiga bulan kalau yg APP) Nominal uang saku ini beda-beda tergantung perusahaan yang menaungi kita. Biaya hidup di Kabupaten Bandung Selatan ini bisa dibilang murah kok, terutama untuk makan lebih murah jika dibandingkan jakarta dan tangerang.
d. Seragam
dikasih seragam per tahun atau per semester saya lupa, zamannya saya sih dikasih berupa uang untuk beli seragam tapi zamannya angkatan dibawah saya dikasih seragamnya langsung. au dah itu yg seragamnya kegedean gimana haha.
e. Uang transportasi
Dikasihnya per tahun, pas mau libur panjang. Nominal yang diberikan berbeda, tergantung tempat tinggal masing-masing mahasiswa/i, jadi gak boleh iri, karena rejeki sudah ada yang atur.
f. Jaminan kerja setelah lulus kuliah (Ikatan dinas alias kontrak)
Lamanya ikatan dinas tergantung perusahaannya juga. Saya dengan Sinarmas diikiat kontrak dua kali masa pendidikan, saya dikuliahkan tiga tahun jadi ikatan dinasnya 6 tahun, setelah itu bebas mau tetap berkarir disitu atau resign. Kalo di RAPP ikatan dinasnya tiga tahun. Kita masuk kerja langsung di level Staff. Gajinya? ya diatas UMR dikit lah, tiap tahun naik.

7. Beasiswa Lain dari Sinarmas
Ada ITSB (Institut Sains dan Teknologi Bandung) yang terletak di Cikarang, kalau ITSB ini banyak jurusannya, gak hanya pulp dan kertas saja seperti di ATPK.
Ada lagi Sinarmas World Academy. untuk info lebih lanjut mengenai beasiswa lain dari sinarmas ini silahkan cari tau sendiri di internet ya..

8. Kekurangan ATPK Bandung
a. Belum akreditasi 
Iya seriyuss udah angkatan ke 21 (masuk tahun 2011, lulus tahun 2014) ni kampus belum terakreditasi juga, kata direktur ATPK nya sih karena kampus nya masih numpang sama BBPK makanya blm dpt akreditasi. Tapi katanya sih sekarang lagi proses.
Dikarenakan ATPK belum akreditasi maka lulusan D3 ATPK susah jika ingin lanjut ke S1, sekarang dikti makin ketat, jika ingin lanjut pendidikan, kampus sebelumnya harus akreditasi dulu. Alhamdulillah zaman gue mau lanjut masih bisa. tp temen2 gue banyak yg ga bisa lanjut, karena sudah diterapkan aturan dikti tersebut, jadinya mereka harus ngulang dari awal (8 semester)
b. Daerah ATPK Bandung (Dayeuh Kolot) rawan banjir
Saya pernah kebanjiran sekali selama tiga tahun kuliah di ATPK, dikarenakan tembok belakang yang berbatasan langsung dengan ATPK jebol, dan ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Sebenarnya kalo tembok pembatas gak jebol sih ga bakal banjir, tapi ya namanya juga buatan manusia ga ada yg sempurna.
c. Ikatan Dinas Kerja
Sebenernya ini bisa jadi kelebihan atau pun kekurangan sih, kelebihannya ya kita lulus langsung kerja ga perlu repot2 cari kerja, kelemahannya dengan adanya ikatan dinas kerja = dua kali masa pendidikan menurut gue kelamaan. Kalo yang dari RAPP sih, kuliah tiga tahun ikatan dinas kerjanya juga tiga tahun.

9. Kelebihan ATPK Bandung
a. Pasti lulus tepat waktu (tiga tahun)
Yang penting rajin masuk dan ikut ujian aja sih, pasti lulus tepat waktu semua kok.
b. Dosen langsung dari tenaga ahli (peneliti di BBPK)
Dan praktikum pun langsung di lab BBPK jadi alatnya lengkap dan kalo mau nanya juga langsung ke ahlinya.
c. Tempat kuliah dengan mess deket 
Jarak tempuh dari mess ke kampus ATPK jalan kaki hanya dua menit, bolak balik hanya sekitar lima menitan.
Jarak dan waktu ini yang sering jadi kendala jika kita kuliah biasa, sekarang aja saya lanjut S1, jarak tempuh untuk sampe kampus sekitar sejam, pulang pergi jadi dua jam, belum lagi kalo kita udah sampe kampus tapi dosen ga jadi masuk. uhhhh.. rasanya seperti ingin main ice skating meluapkan kekesalan dengan menumpahkan keceriaan bermain skating, tapi apalah daya isi dompet tak mendukung..

Bonus nih, Video saya stand up komedi tentang ATPK pas Makrab: klik ya >>> Stand Up Comedy Wulandari tentang ATPK di acara makrab ATPK Bandung

Selasa, 13 Oktober 2015

Trip ke Kepulauan Seribu (Pulau Pari dan Pulau Tidung)

Halo pembaca, sebelumnya perkenalkan dulu saya Wulan berdomisili di Tangerang, tepatnya di Kelurahan Cimone Jaya. Disini saya akan menceritakan bagaimana perjalanan saya ke Kepulauan Seribu, Pulau Pari lalu Pulau Tidung.

Pulau Pari
Perjalanan ke Pulau Pari kami (saya dan teman SMA saya) lakukan pada tanggal 25-26 April 2015.
Saya berangkat dari rumah jam 5 subuh, menjemput teman saya dulu di Taman Cibodas, Tangerang. Jadi kami berangkat ke Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara jam 5.30 pagi dan sampai di Muara Angke jam 6.30 pagi, kami langsung bertemu dengan orang travelnya lalu kemudian kami diarahkan untuk naik kapal yang menuju ke Pulau Pari. Kapal berangkat jam 7 pagi kemudian sampai di Pari jam 10 pagi. Sesampainya kami di Pari kami diserahkan ke Guide yang akan menemani kami di Pari, dan karena kami ambil trip gabungan disana kami digabung sama orang lain untuk menempati homestay nya. Lalu kami disuguhkan makan dan minuman, setelah itu kami diajak melihat bintang laut dan hewan laut lainnya di pantai bintang.

Lalu kami balik ke homestay untuk melakukan persiapan untuk snorkling jam 1 siang.

Untuk snorkling kami melakukan perjalanan laut lagi dengan menggunakan kapal kecil menuju spot snorkling.

Disini kami foto foto underwater oleh guide nya dan diarahkan untuk foto di dalam laut sambil memegang terumbu karang.

alam bawah laut di pulau pari
 Untuk dapat foto bersama ikan seperti foto gue diatas, gue saranin kalian bawa roti atau makanan ringan. Gue sendiri ngundang ikan untuk foto bersama pake chiki anak kecil yang ikut bersama rombongan kami hehe.

Setelah snorkling kami kembali ke homestay untuk mandi, kami disuguhkan gorengan dan teh hangat (lumayan untuk menghangatkan perut setelah berendam di laut). Lalu kami menuju ke Pantai Bintang untuk melihat sunset
Sambil menunggu sunset kami foto foto dulu di pantai bintang

Tiba saatnya waktu sunset tapi matahari nya ketutup awan (yaudahlah ya)
Malam nya kami Barbeque di pantai pasir perawan

Keesokan paginya kami diajak ke Pantai Pasir Perawan
pantai pasir perawan, pulau pari, kepulauan seribu

Nah sekian perjalan ke Pulau Pari yang gue ingat, sekarang simak kisah gue jalan-jalan ke Pulau Tidung yang juga masih di kawasan Kepulauan Seribu

Pulau Tidung
Perjalanan ke Pulau Tidung ini saya lakukan 25-26 Juli 2015, tepat tiga bulan setelah saya berkunjung ke pulau pari. Kali ini saya bersama rekan rekan kerja saya di PT Indah Kiat Tangerang. Saya berangkat menggunakan motor dari Cimone Tangerang lewat Daan Mogot menuju Pelabuhan Kali Adem (dekat dengan Pelabuhan Muara Angke). Sejak setelah
lebaran (Juli 2015) pelabuhan yang memberangkatkan wisatawan ke pulau seribu pindah ke Kali Adem, bukan di Muara Angke lagi.

Btw, karena belum terlalu hapal jalan menuju pelabuhan kaliadem gue menggunakan fasilits google maps yang gue tempel di stang motor

Sampai di Kali Adem pukul 06.00 WIB, saya bertemu rekan rekan saya yang lain yang berangkat dari PT Indah Kiat Serpong

Kami berangkat menuju Pulau Tidung sekitar pukul 07.00 WIB

Suasana di dalam kapal
Sampai di Pulau Tidung sekitar pukul 10.00 WIB. Ada yang berbeda disini dibandingkan dengan di Pulau Pari, yaitu keberadaan becak motor
Tapi kami tetap memilih jalan kaki, untuk efisiensi ongkos, sekalian jalan sehat hhe..

Setibanya di homestay kami disuguhkan welcome drink dan beberapa saat kemudian tiba makanan kami, kami makan lalu siap-siap untuk snorkling di Pulau Tidung
Perjalanan menuju tempat snorkling menggunakan perahu kecil

Setelah snorkling kami langsung diajak menuju jembatan cinta, dan kami lompat dari atas jembatan cinta. Lompat dari atas jembatan cinta ini cukup menguji adrenalin melebihi naik hysteria di dufan, perlu diperhatikan jika ingin melompat dari atas jembatan cinta pulau tidung, spot yang akan kita jatuhi tidak ada orang dibawahnya dan jika tidak bisa berenang ga masalah, suruh aja temen kita yang pandai berenang jaga dibawah bawa pelampung.

Setelah puas mengexplore kami balik ke homestay untuk makan sore, setelah itu kami ke arah barat untuk melihat sunset.

Malamnya kami Barbeque sambil bercanda tawa ria & bermain kartu dipinggir dermaga.





Keesokan paginya kami melihat sunrise di jembatan cinta

Itulah perjalanan saya ke Kepulauan Seribu (Pulau Pari dan Pulau Tidung) buat teman-teman yang mau liburan recomended banget deh ke Kepulauan Seribu ini, selain Pulau Pari dan Pulau Tidung masih banyak lagi pulau pulau di Kepulauan Seribu yang bisa dijelajahi, saya menyediakan jasa travel ke pulau seribu untuk tanya-tanya harga dan detailnya silahkan hubungi 08811683064